Musik oriental merupakan musik yang lahir sekligus berkembang pada  kawasan asia. Musik oriental yang berhubungan dengan belly dancer. Pada dasarnya itu berarti musik dari timur tengah. Musik oriental terkait dengan penari perut. Jarang sekali jenis musik tertentu memunculkan gambaran yang sama di benak semua pendengar.

Untuk telinga orang barat, instrumentasi asing dan juga rasa melodi eksotis dari apa yang umumnya digambarkan sebagai musik oriental memppunyai satu hubungan yang secara langsung dengan the dancer belly.

Memang, tujuan utama dari ini adalah bahwa bentuk musik kuno selalu memberikan suasana hati dan ritme untuk menari – tetapi ini adalah jenis tarian khas yang unik dan selalu menarik. Penari perut telah menerima rahmat dan pujian yang antusias di seluruh dunia barat dan mungkin berdampak pada masyarakat kita yang berlaku dengan sistem numerik oriental. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri musik oriental.

Sejarah Istilah Oriental

Pada mulanya istilah oriental digunakan oleh masyarakat benua eropa untuk menyebut penduduk di belahan bumi timur. Biasanya menunjukkan segala bentuk yang berhubungan dengan wilayah timur dalam kaitannya dengan benua eropa. Seiring dengan perkembangan zaman, istilah oriental melekat pada kawasan asia dan wilayahnya semakin meluas. Sekarang tradisi, budaya dan hal-hal yang berkaitan dengan kawasan asia disebut juga oriental oleh orang eropa.

Negara Dunia Yang Termasuk Wilayah Oriental

Negara-negara yang termasuk dalam kawasan oriental biasanya adalah benua asia bagian timur seperti jepang, indonesia, china, vietnam, kamboja, thailand, india, laos, korea, myanmar, filipina, singapura, malaysia, dan mongolia.

Ciri-Ciri Musik Oriental :

  • Keunikannya terletak pada alat musiknya (alat musik petik/dawai)
  • Tangga nada pentatonic (do re mi fa sol la)
  • Suara yang dimainkan menciptakan suasana ekspresif.

Alat Musik Oriental:

  • Ethru : biola berasal dari cina, badannya menggunakan kulit ular sebagai selaput, menggunakan 2 senar, yang digosok dengan busur yang terbuat dari ekor kuda.
  • Gaohu: alat musik yang mirip dengan erhu, hanya dengan nada yang lebih tinggi.
  • Gehu – alat musik yang digesek untuk nada rendah, seperti cello.
  • Banhu – rebab yang berasal dari cina, dengan badan terbuat dari tempurung kelapa dengan papan kayu sebagai membran.
  • Liuqin – alat musik kecil yang dipetik berbentuk seperti buah pir dengan 4 senar.
  • Yangqin – alat musik yanggin memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan cara dipukul dengan tongkat bambu sebagai pemukul.
  • Pipa – instrumen pipa senar berbentuk buah pir dengan 4 atau 5 senar.
  • Ruan- ini adalah instrumen senar bulat dengan 4 senar.
  • Sanxian – alat musik yang dipetik dengan tubuh yang terbuat dari kulit ular dan berleher panjang, memiliki 3 senar.
  • Guzheng – kecapi yang memiliki 16 hingga 26 senar.
  • Konghou – kecapi cina.
  • Dizi – sebuah seruling yang menggunakan membran bergetar.
  • Suona – terompet cina
  • Sheng – alat musik yang menggunakan bilah logam dengan tabung bambu untuk menghasilkan suara.
  • Xiao – seruling.
  • Paixiao – pipa pena.
  • Paigu – sebuah drum yang terdiri dari satu set 4 atau lebih.
  • Dagu – drum besar.
  • Chazi – simbal, jeritan.
  • Luo – gong.
  • Muyu – kecrek terbuat dari kayu.
  • Koto – gitar klasik jepang, 13 senar dimainkan dengan dua tangan dan dapat menghasilkan musik yang sangat ekspresif.
  • Qin – adalah kecapi cina, senarnya 14. Senar ini menghasilkan nada rendah dan tinggi tergantung pada sisi kuda-kuda di mana senar dipukul.
  • San xian – adalah kecapi cina yang mirip dengan shimisen jepang. San xiang berarti juga string.

Demikian ulasan tentang Beberapa Ciri Ciri Musik Oriental, semoga bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like